•   Kamis, 02 Juli 2026
Transformasi Media Aceh - Sumatera
ad-banner

Anugerah Paramakarya 2021 untuk Gubernur Aceh Atas Pembinaannya kepada Perusahaan

“Kita akan terus berusaha untuk mendukung dan memberikan pembinaan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Aceh, guna kelancaran operasional yang akhirnya juga meningkatkan perekonomian Aceh menjadi lebih baik”

--- Gubernur Aceh, Nova Iriansyah ---

Kementerian Ketenagakerjaan RI beberapa waktu lalu memberikan apresiasi berupa penghargaan atau Anugerah Paramakarya kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan kepada salah satu perusahaan di Provinsi Aceh yang mampu meningkatkan produktivitas ketenagakerjaannya sepanjang tahun 2021.

Penghargaan Anugerah Paramakarya 2021 diberikan kepada Gubernur Aceh karena dinilai berhasil memberikan dukungan dan pembinaan kepada perusahaan penerima anugerah tersebut. Penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI itu diserahkan oleh Wakil Presiden RI Prof Dr KH Ma’ruf Amin, didampingi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis, 18 November 2021.

Gubernur Nova mengatakan, Pemerintah Aceh selama ini terus berupaya untuk melakukan pembinaan dan dukungan penuh terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh. Dengan majunya perusahaan itu maka akan mendorong terciptanya lapangan kerja dan produktvitas kerja, yang pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh.

“Kita akan terus berusaha untuk mendukung dan memberikan pembinaan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Aceh, guna kelancaran operasional yang akhirnya juga meningkatkan perekonomian Aceh menjadi lebih baik,” kata Nova.

Selain kepada Gubernur Aceh, Anugerah Paramakarya 2021 diberikan kepada perusahaan yang berhasil meningkatkan dan mempertahankan produktivitasnya selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2018, 2019 dan 2020. Untuk Aceh, terpilih perusahaan skala UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yakni CV Dua Prima Lestari. Perusahaan ini telah mendapat pembinaan terus-menerus dari Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.

Anugerah Paramakarya 2021 itu diberikan atas dukungan dan pembinaan terhadap CV Dua Prima Lestari sehingga berhasil mempertahankan tingkat produktivitasnya selama tiga tahun berturut-turut dari 2018, 2019 dan 2020.

Lolos Seleksi Nasional

CV Dua Prima Lestari adalah perusahaan yang memproduksi air kemasan dengan merek Adant. Perusahaan ini mampu bersaing dengan produk dari perusahaan luar Aceh dan juga merupakan satu-satunya perusahaan dari Aceh yang lolos seleksi nasional dari enam perusahaan yang diusulkan Pemerintah Aceh melalui Disnakermobduk Aceh.

Pimpinan CV Dua Prima Lestari (DPL), Said Syamsul, ketika menerima penghargaan Anugerah Paramakarya 2021. (Foto/Ist)

Atas Anugerah tersebut, pimpinan CV Dua Prima Lestari (DPL), Said Syamsul, mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaannya. Kedepan dia akan lebih memacu produksinya sehingga keberadaan CV DPL dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah dan negara.

"Saya berterimakasih kepada pemerintah atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada kami. Dengan penghargaan ini kami akan terus memacu produktivitas usaha kami sehingga bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah dan negara," kata Said Syamsul.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Erwin Ferdinasyah, mengatakan, tahun 2021 ini tercatat ada beberapa perusahaan dari berbagai daerah yang menjadi nominator penerima penghargaan Paramakarya yang memiliki arti Karya Unggul.

Dari beberapa perusahaan dimaksud, ternyata perusahaan asal Provinsi Aceh, tepatnya dari Kabupaten Aceh Barat Daya, yakni CV Dua Prima Lestari, terpilih di tingkat nasional dan memperoleh penghargaan Anugerah Paramakarya untuk tahun 2021, katanya.

Sementara itu Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakermobduk Aceh, Aswar, mengatakan produk yang dihasilkan oleh UMKM di Aceh ternyata tidak kalah dari produk-produk luar. Ketika produk UMKM asal Aceh diikutkan dalam seleksi nasional, terbukti tak kalah saing. Bahkan ada yang mendapat predikat terbaik nasional.

"Produk UMKM asal Aceh Barat Daya (Abdya), yaitu air mineral Adant, memperoleh penghargaan Paramakarya  dari Wakil Presiden Republik Indonesia. Paramakarya adalah bentuk penghargaan tertinggi di negara ini untuk hasil karya anak bangsa," tutur Aswar.

Aswar menyebutkan, dalam pemberian penghargaan Paramakarya, ada beberapa parameter yang diukur, di antaranya terkait kepemimpinan yang  visioner dalam menumbuhkembangkan perusahaan.

"Perusahaan harus mempunyai perencanaan strategis dalam menjabarkan visi-misi dan juga perusahaan mempunyai komitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia atau karyawannya untuk kemajuan perusahaan," ucapnya.

Aswar menyebutkan, aktivitas perusahaan harus terkonsentrasi dan komitmen kepada kebutuhan pelanggan dan pasar serta mempunyai data base yang kuat, informasi dan analisis berdasarkan data.

Tak kalah penting juga, kata Aswar, harus selalu memperhatikan manajemen proses dengan mengikuti teknologi yang berkembang serta pengelolaan dampak dari proses produksi. Kemudian manajemen hasil usaha tertata dengan baik dalam pembukuan neraca keuangan perusahaan.

"Mempunyai produktivitas selalu membaik atau meningkat selama tiga tahun terakhir. Termasuk penggunaan tenaga kerja bertambah dari tahun ke tahun sebagai konsekuensi peningkatan produksi dan perluasaan pasar," ucapnya.

Aswar menuturkan, penghargaan Paramakarya yang diterima oleh CV Dua Prima Lestari kiranya jadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat barisan mencintai produk lokal di Aceh sehingga tidak kalah dari produksi nasioal bahkan luar negeri.

"Mencintai di sini berarti membeli dan menjadi konsumen produk lokal. Kita tak perlu ragu pada produk lokal yang telah memenuhi kriteria BPOM dan sertifikat halal MPU Aceh. Apalagi untuk yang sudah memenangkan penghargaan nasional Paramakarya," harapnya.

Aceh termasuk salah satu daerah yang mempunyai UMKM yang cukup banyak. Namun, Aswar menyayangkan berapa gerai, mini market, swalayan, perhotelan masih dibanjiri oleh produk-produk luar Aceh.  Kepala daerah di Aceh, kata dia, perlu mengadvokasi agar semua mini market yang ada di daerahnya ikut memasarkan produk lokal. Dengan cara inilah ekonomi Aceh akan cepat tumbuh dan angka pengangguran dapat ditekan.

Kurangi Pengangguran

Aswar mengatakan, dia sempat merasa terkejut dengan pertanyaan temannya dari luar Aceh terkait produk yang tersedia di hotel dan swalayan di Aceh. Pasalnya, kata Aswar, minuman dan kopi  yang tersedia di penginapan, semua produk luar, tanpa ada produk dari Aceh.

"Saya kaget bercampur malu. Pertanyaan itu terasa bagaikan tamparan di muka saya selaku bagian dari aparatur pemerintah daerah," ucapnya.

Dari kritikan tersebut Aswar menyimpulkan bahwa orang luar yang datang ke Aceh ingin menikmati produk-produk asli Aceh. Maka jadikan kritikan tersebut sebagai modal yang baik bagi pemerintah daerah untuk membina dan menumbuh-kembangkan usaha-usaha lokal ke arah yang lebih baik dengan memperhatikan berbagai komponen yang dibutuhkan oleh pasar dan teknologi masa kini.

 

Kementerian Ketenagakerjaan RI beberapa waktu lalu memberikan apresiasi berupa penghargaan atau Anugerah Paramakarya kepada salah satu perusahaan di Provinsi Aceh yang mampu meningkatkan produktivitas ketenagakerjaannya sepanjang tahun 2021.

Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Piagam penghargaan Anugerah Paramakarya 2021 diberikan juga kepada Gubernur Aceh yang dinilai berhasil memberikan dukungan dan pembinaan kepada perusahaan penerima anugerah tersebut.

Penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI itu diserahkan oleh Wakil Presiden RI Prof Dr KH Ma’ruf Amin, didampingi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis, 18 November 2021.

Gubernur Nova mengatakan, Pemerintah Aceh selama ini terus berupaya untuk melakukan pembinaan dan dukungan penuh terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh. “Kita akan terus berusaha untuk mendukung dan memberikan pembinaan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Aceh, guna kelancaran operasional yang akhirnya juga meningkatkan perekonomian Aceh menjadi lebih baik,” kata Nova.

Anugerah Paramakarya 2021 diberikan kepada perusahaan yang berhasil meningkatkan dan mempertahankan tingkat produktivitasnya selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2018, 2019 dan 2020. Untuk Aceh, terpilih perusahaan skala UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yakni CV Dua Prima Lestari. Perusahaan ini telah mendapat pembinaan terus-menerus dari Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.

Anugerah Paramakarya 2021 itu diberikan atas dukungan dan pembinaan terhadap CV Dua Prima Lestari sehingga berhasil mempertahankan tingkat produktivitasnya selama tiga tahun berturut-turut dari 2018, 2019 dan 2020.

Lolos Seleksi Nasional

CV Dua Prima Lestari adalah perusahaan yang memproduksi air kemasan dengan merek Adant. Perusahaan ini mampu bersaing dengan produk dari perusahaan luar Aceh dan juga merupakan satu-satunya perusahaan dari Aceh yang lolos seleksi nasional dari enam perusahaan yang diusulkan Pemerintah Aceh melalui Disnakermobduk Aceh.

Atas Anugerah tersebut, pimpinan CV Dua Prima Lestari (DPL), Said Syamsul, mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaannya. Kedepan dia akan lebih memacu produksinya sehingga keberadaan CV DPL dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah dan negara.

"Saya berterimakasih kepada pemerintah atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada kami. Dengan penghargaan ini kami akan terus memacu produktivitas usaha kami sehingga bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah dan negara," kata Said Syamsul.

Tahun ini, tercatat ada beberapa perusahaan dari berbagai daerah yang menjadi nominator penerima penghargaan Paramakarya yang memiliki arti Karya Unggul tersebut.

Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakermobduk Aceh, Aswar, mengatakan produk yang dihasilkan oleh UMKM di Aceh ternyata tidak kalah dari produk-produk luar. Ketika produk UMKM asal Aceh diikutkan dalam seleksi nasional, terbukti tak kalah saing. Bahkan ada yang mendapat predikat terbaik nasional.

"Produk UMKM asal Aceh Barat Daya (Abdya), yaitu air mineral Adant, memperoleh penghargaan Paramakarya  dari Wakil Presiden Republik Indonesia. Paramakarya adalah bentuk penghargaan tertinggi di negara ini untuk hasil karya anak bangsa," tutur Aswar.

Aswar menyebutkan, dalam pemberian penghargaan Paramakarya, ada beberapa parameter yang diukur, di antaranya terkait kepemimpinan yang  visioner dalam menumbuhkembangkan perusahaan.

"Perusahaan harus mempunyai perencanaan strategis dalam menjabarkan visi-misi dan juga perusahaan mempunyai komitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia atau karyawannya untuk kemajuan perusahaan," ucapnya.

Aswar menyebutkan, aktivitas perusahaan harus terkonsentrasi dan komitmen kepada kebutuhan pelanggan dan pasar serta mempunyai data base yang kuat, informasi dan analisis berdasarkan data.

Tak kalah penting juga, kata Aswar, harus selalu memperhatikan manajemen proses dengan mengikuti teknologi yang berkembang serta pengelolaan dampak dari proses produksi. Kemudian manajemen hasil usaha tertata dengan baik dalam pembukuan neraca keuangan perusahaan.

"Mempunyai produktivitas selalu membaik atau meningkat selama tiga tahun terakhir. Termasuk penggunaan tenaga kerja bertambah dari tahun ke tahun sebagai konsekuensi peningkatan produksi dan perluasaan pasar," ucapnya.

Aswar menuturkan, penghargaan Paramakarya yang diterima oleh CV Dua Prima Lestari kiranya jadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat barisan mencintai produk lokal di Aceh sehingga tidak kalah dari produksi nasioal bahkan luar negeri.

"Mencintai di sini berarti membeli dan menjadi konsumen produk lokal. Kita tak perlu ragu pada produk lokal yang telah memenuhi kriteria BPOM dan sertifikat halal MPU Aceh. Apalagi untuk yang sudah memenangkan penghargaan nasional Paramakarya," harapnya.

Aceh termasuk salah satu daerah yang mempunyai UMKM yang cukup banyak. Namun, Aswar menyayangkan berapa gerai, mini market, swalayan, perhotelan masih dibanjiri oleh produk-produk luar Aceh.  Kepala daerah di Aceh, kata dia, perlu mengadvokasi agar semua mini market yang ada di daerahnya ikut memasarkan produk lokal. Dengan cara inilah ekonomi Aceh akan cepat tumbuh dan angka pengangguran dapat ditekan.

Kurangi Pengangguran

Aswar mengatakan, dia sempat merasa terkejut dengan pertanyaan temannya dari luar Aceh terkait produk yang tersedia di hotel dan swalayan di Aceh. Pasalnya, kata Aswar, minuman dan kopi  yang tersedia di penginapan, semua produk luar, tanpa ada produk dari Aceh.

"Saya kaget bercampur malu. Pertanyaan itu terasa bagaikan tamparan di muka saya selaku bagian dari aparatur pemerintah daerah," ucapnya.

Dari kritikan tersebut Aswar menyimpulkan bahwa orang luar yang datang ke Aceh ingin menikmati produk-produk asli Aceh. Maka jadikan kritikan tersebut sebagai modal yang baik bagi pemerintah daerah untuk membina dan menumbuh-kembangkan usaha-usaha lokal ke arah yang lebih baik dengan memperhatikan berbagai komponen yang dibutuhkan oleh pasar dan teknologi masa kini. (adv)