•   Kamis, 14 Mei 2026
Transformasi Media Aceh - Sumatera
ad-banner

Disnakermobduk Aceh Dorong Ketahanan Pangan Bagi Transmigran

Gubernur Sumatera Utara, Nova Iriansyah, didampingi Plt Kadisnakermobduk Aceh, Erwin Ferdinansyah, ketika menyerahkan sertifikat tanah hak milik kepada warga transmigrasi. (Foto/Ist)

"Dalam konteks ekonomi, program transmigrasi telah berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi, yakni dengan mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi"

--- Abdul Halim Iskandar ---

Disnakermobduk Aceh terus melakukan upaya dalam menghadapi tantangan pandemi COVID-19.  Sebab pandemi tidak hanya berdampak bagi kesehatan, namun juga perekonomian masyarakat, terutama yang dialami warga transmigran di Aceh.

Dalam mengatasi ancaman krisis pangan, pertanian menjadi kunci bagi masyarakat dalam menghadapi situasi ini.  Oleh karena itu, penguatan lumbung pangan di masyarakat sangat penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Provinsi Aceh.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Kadisnakermobduk) Aceh, Erwin Ferdinansyah, mengatakan, dalam mendukung transmigrasi, di antaranya dengan meningkatkan konektivitas antar kawasan, meningkatkan usaha pasca panen komoditas pertanian, meningkatkan SDM transmigrasi, penguatan pariwisata transmigrasi serta digitasi transmigrasi.

Menteri Desa Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan, program transmigrasi telah berhasil membangun 5.706 satuan pemukiman (SP) transmigrasi yang berada di 152 kawasan transmigrasi.

Di antara kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru berupa 1.629 desa definitif, 564 eks satuan pemukiman transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 118 eks satuan permukiman transmigrasi mendukung ibu kota kabupaten, serta dua ibu kota provinsi.

Dalam konteks ekonomi, program transmigrasi telah berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi, yakni dengan mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Sampai saat ini setidaknya telah ada 2,2 juta KK atau lebih 9,2 juta jiwa transmigran ditempatkan di permukiman baru.

“Ke depan perlu dilakukan revitalisasi dan modernisasi pada 152 kawasan transmigrasi agar dapat berperan lebih besar lagi dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, terutama dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Dia mendorong adanya upaya penguatan ketahanan pangan dari desa guna mendukung perekonomian dan pembangunan masyarakat desa serta mengatasi persoalan pangan secara nasional.

Disnakermmobduk Aceh Beri Bimtek Warga Transmigran

Implementasi dari program salah satunya dilaksanakan yaitu dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, dengan tujuan meningkatkan kompetensi, keterampilan dan motivasi usaha tani. 

Disnakermobduk Aceh dalam pengembangkan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis bagi kelompok tani untuk  mengoptimalkan potensi di desa kawasan transmigrasi.

Setahun yang lalu Disnakermobduk Aceh melalui Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKT), sudah melaksanakan kegiatan Bimtek Kelompok Tani bagi warga Transmigrasi UPT Bina se-Aceh, di Lhokseumawe. Sebagaimana kelompok tani yang ada di lokasi transmigrasi di Aceh agar lebih kuat dan kompak antara setiap anggotanya.

Kegiatan ini terdiri dari 30 orang peserta yang masing-masing lokasi UPT diwakili oleh 6 orang peserta.  UPT Drien Sibak, Kabupaten Aceh Barat, UPT Ujong Lamie, Kabupaten Nagan Raya,  UPT Panton Limeng, Kabupaten Pidie Jaya, UPT Paya Guci, Kabupaten Pidie, UPT. Lhok Gugob Kumba, Kabupaten Pidie jaya dan UPT Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara.

Daerah-daerah transmigrasi, selama ini dikenal sebagai penghasil komoditi pertanian palawija, berupa cabai merah, cabai rawit, kacang tanah, jagung, sayuran dan komoditi sawit. Produk-produk dari transmigrasi ini kerap mengisi pasar di ibu kota kecematan dan kabupaten.

Masyarakat di Kabupaten Aceh Barat dan di Nagan Raya contohnya, mereka mengaku begitu besar manfaat keberadaan transmigrasi di daerahnya. Kehadiran transmigrasi telah mendorong warga sekitar menjadi lebih produktif memanfaatkan lahan pertaniannya untuk tanaman pangan dan jenis tanaman lainnya. (adv)