•   Rabu, 19 Agustus 2026
Transformasi Media Aceh - Sumatera
ad-banner

Emas di Banda Aceh Sentuh Rp8,1 Juta per Mayam

Perhiasan emas dipajang di etalase salah satu toko emas di Banda Aceh, Jumat (15/1/2026). (Foto/CND)

Banda Aceh (Trasmedia) – Harga emas di Banda Aceh masih berada di titik tertinggi. Pada Jumat (15/1/2026), logam mulia tersebut diperdagangkan dengan harga Rp8.100.000 per mayam atau setara 3,3 gram, di luar biaya pembuatan perhiasan.

Nilai jual emas ini tidak mengalami perubahan dibandingkan sehari sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut mencatatkan rekor tertinggi sepanjang perdagangan emas di ibu kota Provinsi Aceh.

Seorang pedagang emas di kawasan Pasar Aceh, Daffa, mengatakan kondisi harga saat ini membuat transaksi cenderung melambat, terutama untuk pembelian perhiasan.

Konsumen, kata dia, kini lebih berhati-hati karena harus menyiapkan biaya tambahan untuk ongkos pembuatan.

“Ongkos pembuatan perhiasan emas di Banda Aceh berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitan,” ujarnya.

Daffa menambahkan, melonjaknya harga emas di tingkat lokal tidak terlepas dari dinamika global. Situasi geopolitik dunia yang kembali tidak stabil mendorong pergerakan harga emas internasional ke level tinggi.

“Kondisi global yang memanas ikut mendorong kenaikan harga emas. Selain itu, aktivitas jual beli emas oleh investor asing dalam jumlah besar juga berpengaruh pada harga di pasar,” katanya. (CND)