•   Kamis, 14 Mei 2026
Transformasi Media Aceh - Sumatera
ad-banner

Memotret Kreativitas Siswa SMKN 1 Kutacane

Kepala sekolah SMKN 1 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Jamidin. (Foto/Sopian)

"Kami mendatangkan pihak industri untuk menjalin kerja sama agar setelah tamat sekolah, siswa bisa langsung bekerja pada  industri yang sudah terikat kerja sama"

= Kepala SMKN 1 Kutacane Jamidin =

SMK Negeri 1 Kutacane Aceh Tenggara, salah satu sekolah tertua, yang saat ini kurang lebih memiliki siswa mencapai seribuan orang. Sekolah ini menyediakan tujuh bidang kejuruan, di antaranya bidang SPA (solus per aqua) dan Kecantikan, Informasi Tata Kelola, Tata Busana, Bisnis dan Pemasaran, Sistem Informasi dan Jaringan, Akuntansi dan Teknik Grapik.

Hampir semua bidang memiliki kemajuan pesat, namun yang paling menonjol dari sekolah ini adalah bidang SPA dan Kecantikan. Kepala sekolah SMKN 1 Kutacane Jamidin mengatakan kepada wartawan, Rabu (16/11/2022), SPA dan Kecantikan bidang paling  favorit dan bisa diandalkan.

Bidang ini, selain pernah menjadi juara dua pada tingkat nasional selam dua tahun berturut-turut pada tahun 2020-2021, juga sudah memberikan penghasilan terhadap sekolah.

Jurusan SPA dan Kecantikan ini, lanjut Jamidin, dibuka pada tahun 2009 yang digagas oleh salah seorang guru bernama Rosniati. Awalnya dibukanya jurusan SPA dan Kecantikan hanya bermodalkan fasilitas seadanya, namun seiring berjalannya waktu, jurusan ini sudah mempunyai alat perawatan yang bersandar nasional.

"Kini fasilitas alat perawatan Kejuruan SPA dan Kecantikan yang dimiliki SMK Negeri 1 Kutacane sudah berstandar nasional," sebutnya.

Jalin Kerja Sama dengan Industri

Dalam upaya meningkatkan kemajuan di semua jurusan SMKN 1 Kutacane tentu tidaklah mudah. Selain memerlukan kerja keras juga harus terus memupuk kekompakan.

Aktivitas para siswa SMK Negeri 1 Kutacane. Aceh Tenggara, untuk melaksanakan praktik bidang kecantikan. (Foto/sopian)

Namun di luar itu, hal yang tak kalah penting, lanjut Jamidin, melibatkan semua komunitas di sekolah dalam menjalankan program pembelajaran.

"Salah satu upaya yang telah dilakukan, kami mendatangkan pihak industri untuk menjalin kerja sama agar setelah tamat sekolah, siswa bisa langsung bekerja pada  industri yang sudah terikat kerja sama," sebutnya.

Di samping itu, pihak sekolah juga memberikan biaya siswa per semester kapada siswa yang meraih juara satu sampai lima di setiap kelas. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa untuk terus belajar agar mutu pendidikan  semakin baik.

Selain cara itu, untuk target LKS saat ini pihaknya juga tengah melakukan program baru yaitu, sekolah masuk desa. Tujuannya untuk melatih para siswa mengenal lingkungan dan perkembangan desa, agar setelah menamatkan sekolah nanti bisa mandiri dan berwirausaha.

"Hal itu dilakukan sesuai dengan moto yang kami targetkan pada 2024- 2025 menjadi wisata sekolah. SMK diharapkan mampu mandiri membuat lapangan kerja, baik di saat sekolah apalagi setelah tamat sekolah," tutupnya.

Buka Layanan Kecantikan untuk Umum

Kepala Kejurusan SPA dan Kecantikan, Ulva Paridani, menyebutkan, dengan adanya fasilitas  lengkap yang dimiliki SMKN 1 Kutacane ini, tentunya dapat mempermudah para siswa untuk melakukan praktik, tidak seperti sebelumnya hanya menggunakan alat manual seadanya.

Guru yang menjabat sebagai Kepala Kejurusan SPA dan Kecantikan SMK Negeri 1 Kutacane, Aceh Tenggara, Ulva Paridani. (Foto/sopian)

"Bagi siswa yang akan melakukan praktek tentunya diawali dengan teori  jobsheet (lembar penuntun) agar saat praktik, tidak terlalu sulit lagi dalam menggunakan alat perawatan tersebut," jelasnya.

Saat ini lanjut Ulva, jumlah siswa bidang SPA dan Kecantikan di SMKN 1 Kutacane sebanyak 99 orang, dengan dua jurusan, yaitu perawatan kulit dan perawatan rambut. Kepada semua siswa ini diberlakukan piket secara bergilir setiap jam praktik.

"Saat ini, selain belajar praktik bagi siswa, pihak sekolah juga membuka pelayanan kecantikan untuk umum, guna menambah penghasilan sekolah. Namun saat ini, kami mengalami kendala dengan mahalnya harga komestik di pasaran untuk praktik," jelasnya.

Sementara itu siswa kelas II STK 1 jurusan SPA dan Kecantikan, Eprida, mengaku sejak kecil sudah memiliki hobi untuk merias. Atas dasar itu ia memutuskan untuk masuk ke SMKN 1 Kutacane.

"Sejak dari kecil saya sudah suka menghias diri, dan berencana setelah tamat SMP akan masuk sekolah di SMK," kata Elprida

Untuk itu, Elprida terus mengali keahliannya di bidang kecantikan. Dia juga berencana akan membuka salon pribadi setelah menamatkan sekolah di SMKN 1 Kutacane. (Adv)