Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Erwin Ferdinansyah. (Foto/Ist)
“Dengan pola kemitraan ini dapat meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, dan etos kerja, terutama dalam upaya mendorong tercapainya visi-misi Aceh Hebat”
--- Plt Kadisnakermobduk Aceh, Erwin Ferdinansyah ---
Banyak upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja di Aceh untuk menuju Aceh Hebat dan Bermartabat. Untuk mencapai itu harus mempersiapkan sumber daya manusia Aceh agar memiliki daya saing, baik lokal maupun nasional bahkan internasional.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh yaitu bekerjasama dengan berbagai stakeholder dalam peningkatan mutu tenaga kerja.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Erwin Ferdinansyah, menyampaikan salah satunya yaitu dengan program fasilitas pelatihan dan pemagangan dalam meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia melalui transfer knowledge dan skill dari perusahaan tempat pemagangan bagi pencari kerja.
Lanjut Erwin, peningkatan SDM itu melalui pola kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), dengan upaya pembekalan keterampilan bagi pencari kerja dalam menghadapi dunia kerja. Dia berharap dengan terselenggaranya program magang ini dapat tersedia calon pekerja yang siap pakai di dunia usaha dan dunia industri, serta dapat menurunkan tingkat pengangguran di Aceh. Program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder terkait.
“Dengan pola kemitraan ini dapat meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, dan etos kerja, terutama dalam upaya mendorong tercapainya visi-misi Aceh Hebat,” tutur Erwin.
Disnakermobduk Aceh bekerjasama dengan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKPJ) Aceh yang membuka Program Pelatihan Berbasis Pemagangan pada Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Di antarnya dengan bekerjasama PT. PLN UPP Sumbagut 2, dengan PT Solusi Bangun Andalas (SBA), PT. Pertamina EP Rantau dan beberapa perusahaan lainnya.
Program Pemagangan dengan PT. PLN UPP Sumbagut 2
Baru baru ini pihak Disnakermobduk Aceh melakukan kunjungan dan sosialisasi ke PT. PLN UPP Sumbagut 2, di Wih Pesam Silih Nara Aceh Tengah, pada Selasa (7/12/2021).
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakermobduk Aceh, Aswar Ramli Paya, mengatakan melalui pola kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai upaya pembekalan keterampilan bagi pencari kerja dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya yang siap pakai dan mampu mandiri.
Dunia Industri dan Dunia Kerja melakukan Sinkronkan Pelatihan dan Penempatan dengan kebutuhan perusahaan. (foto/ist)
“Kebijakan teknis dalam rangka menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan melalui peningkatan sumber daya manusia pencari kerja yang dididik melalui BLK, BLKK dan LPKS, pelatihan berbasis kompetensi serta pemagangan melalui pola kemitraan dengan DUDI,” kata Aswar.
Pada kesempatan tersebut PT. PLN (Persero) UPP Sumbagut 2 diwakili oleh Samuella F Sihotang selaku manager bagian Pengendalian Proyek, mengatakan pihaknya mendukung program pemerintah terkait program pelatihan dan pemagangan serta penyerapan tenaga kerja, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah dengan melibatkan semua entitas perusahaan terkait
Samuella F Sihotang menyampaikan progress pekerjaan dan data ketenagakerjaan yang terlibat dalam proyek pembangunan PLTA Peusangan 1 dan 2 yang berkapasitas 88 Mega Watt (MW).
Samuella menambahkan, PT. PLN (Persero) UPP Sumbagut 2 memiliki 520 orang tenaga kerja lokal (dalam negeri) dan 26 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasal dari Korea, Cina dan Jepang. Dalam menjalankan kegiatannya PT. PLN (Persero) UPP Sumbagut 2 ini memiliki 5 entitas yang mendukung jalannya proyek.
Program Pemagangan Disnakermobduk Aceh dengan PT. PLN UPP Sumbagut 2 (foto/ist)
“Kini progress pengerjaannya sudah mencapai 88,36 % dan ditargetkan selesai pada tahun 2023, ujar Samuella.
Alumni Akui Manfaat Program Disnakermobduk Aceh
Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah telah memberikan manfaat bagi pencari kerja terutama yang mengikuti program pemagangan tersebut.
Seperti yang dialami oleh Muhammad Aulia Deski, alumni Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe yang mendapatkan kesempatan magang pada PT SBA (Solusi Bangun Andalas) mengakui bangga pernah menjadi bagian dari perusahaan tersebut selama lima bulan masa pemagangan.
“Banyak hal positif yang kami dapatkan di PT SBA sebagai lembaran baru. Ini adalah pengalaman pertama saya setelah lulus dari Kampus Unimal pada Februari 2021 lalu,” tutur Aulia pada testimoni penutupan magang dari Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) pada PT SBA, Selasa (19/10/2021) di Lhoknga.
Aulia berpesan agar FKJP bersama Disnakermobduk Aceh dan PT SBA mengadakan lagi program serupa pada tahun-tahun mendatang sehingga banyak anak Aceh yang mendapat kesempatan belajar kerja di perusahaan besar produsen semen Andalas tersebut.
Sinkronisasi Dunia Industri dan Dunia Kerja
Disnakermobduk Aceh melalui Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja (PKPTK) baru-baru ini di Kuala Simpang pada Selasa (16/11/2021), juga menyelenggarakan kegiatan Sinkronisasi Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja bersama Induka (Industri dan Dunia Kerja) di Aula Setdakab Aceh Tamiang.
Kasi Penyelenggaraan Pelatihan dan Kelembagaan bidang PKPTK, Qifti Reza Kesuma, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menginput berbagai masukan dari semua elemen Industri dan Dunia Kerja sebagai user dalam menempatkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dan memberikan nilai tambah dalam pengembangan sebuah usaha.
“Program kerja pemerintah sangat perlu disinkronkan dengan keinginan perusahaan. Jangan sampai anggaran yang sudah tersedia tidak tepat sasaran karena program yang direncanakan tidak sesuai dengan kebutuhan user,” tambah Qifti.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Zein memaparkan berdasarkan data BPS Agustus 2021, Kabupaten Aceh Tamiang emiliki jumlah penduduk sebesar 300.618, Sejumlah 202.618 jiwa sudah masuk diangkatan kerja, lebih dari 80 % termasuk angkatan kerja dengan usia 15 s/d 64 tahun. Dia mengungkapkan Tingkat pengangguran di Kabupaten Aceh Tamiang menduduki urutan nomor 13 terbesar di Provinsi Aceh dengan jumlah 11.893 orang.
“Inilah yang menjadi konsern kita dalam mengatasi pengangguran di Kabupaten Aceh Tamiang dan menjadi tugas kita bersama untuk mengatasinya,” tuturnya.
M.Zein mengaku terus berupaya memberikan akses dan membantu mempermudah melalui kerjasama yang terus dijalin bersama stakholder dalam mendekatkan user dengan tenaga kerja, pelaku usaha untuk dapat terampil dan dapat dibekali keterampilan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. (adv)
