•   Kamis, 20 Agustus 2026
Transformasi Media Aceh - Sumatera
ad-banner

PTM di SMKN 1 Banda Aceh Selama Ramadhan Tetap Prokes

Siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh tetap prokes saat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) selama bulan Ramadhan. (Foto/Ist)

"Selama bulan Ramadhan kita melaksanakan kegiatan dinul Islam, yakni para siswa dikhususkan belajar tentang keagamaan, tentang ibadah, fiqih dan kegiatan lainnya"

--- Kepsek SMK N 1 Banda Aceh, Nurleila ---

Dinas Pendidikan Aceh dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh telah menetapkan pelaksanaan kegiatan belajar untuk seluruh SMA, SMK dan SLB selama bulan Ramadhan tahun 1447 H. Masing-masing sekolah, selama bulan suci Ramadhan, diminta untuk melaksanakan program dan kegiatan belajar yang berkaitan dengan keagaamaan.

Sebagai contoh salah satu sekolah di Aceh, yaitu SMK Negeri  1 Kota Banda Aceh, yang kini menjalankan program tersebut. SMKN ini sudah menjalankan program itu hampir dua minggu, sejak awal Ramadhan. Kegiatan itu, selain melibatkan siswa juga melibatkan seluruh dewan guru. Kegiatan keagamaan berlangsung mulai pukul 08:30 WIB hingga pukul 12:00 WIB.

Dinul Islam

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh, Nurleila, kepada Trasmedia, Senin (18/4/2022) mengatakan, selama Ramadhan pihak sekolah melaksanakan kegiatan Dinul Islam.

"Selama Ramadhan kita melaksanakan kegiatan dinul Islam, di mana para siswa dikhususkan belajar tentang keagamaan, seperti ibadah, fiqih dan kegiatan yang berkaitan lainnya," sebutnya.

Di samping itu, ucap Nurleila, saat memasuki bulan puasa Ramadhan, para siswa diberikan jadwal pelajaran baru, khusus tentang agama yang materinya terkait tata cara wudhuk, sholat dhuha serta mengaji.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh, Nurleila. (Foto/Kia Rukiah)

Kemudian, seminggu sekali selama bulan Ramadhan juga ada agenda ceramah, dengan mengundang para dai sebagai pengisi materi. Sedangkan untuk para siswa kelas XII, tutur Nurleila, akan diberikan pemantapan persiapan dalam rangka menghadapi ujian kompetensi.

"Mereka fokus untuk persiapan uji kompetensi keahlian, itu pun setelah selesai pengajian," sebutnya.

Tetap Prokes Selama Ramadhan

Berdasarkan pantauan wartawan, para siswa SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam melaksanakan kegiatan meski di bulan puasa. Mereka tampak mengenakan masker dan mencuci tangan.

Hal itu juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Nurleila selaku kepala sekolah, bahwa siswa tetap diimbau untuk tetap prokes. Kadis Pendidikan Aceh, Alhudri, juga sudah mewanti-wanti agar satuan pendidikan melindungi siswanya dari kemungkinan paparan COVID-19, dengan menjalankan prokes dan vaksinasi.

"Alhamdulillah COVID-19 juga sudah berkurang dan sampai saat ini tidak ada siswa kita yang terpapar, mengingat para siswa juga sudah hampir semua menjalani vaksin kedua," tuturnya.

Dia menyampaikan, dalam waktu dekat, siswa dan guru akan dianjurkan vaksin ketiga (booster) untuk keperluan magang di luar Aceh. "Karena ada rencana siswa kita akan dimagangkan ke luar Aceh, sedangkan saat ini syarat naik pesawat harus vaksin ketiga," sebutnya.

Perdalam Ilmu Agama

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Aceh, Asbaruddin, mengatakan, kegiatan belajar akademik selama bulan Ramadan 2022 diliburkan, kecuali untuk memperdalam  ilmu agama.

"Pada bulan Ramadhan kegiatan belajar akademik intrakurikuler dinyatakan libur akademik. Minggu kedua dan ketiga Ramadhan kegiatan Dinul Islam (kokurikuler Ramadhan) yang isinya hanya memperdalam ilmu agama Islam saja bagi siswa Muslim," ucap Asbaruddin, Rabu (13/4/2022).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Aceh, Asbaruddin. (Foto/Ist)

Pembelajaran dinul Islam tersebut, kata Asbar, akan diisi dengan kegiatan keagamaan, yang program belajarnya diserahkan kepada masing-masing sekolah.

Program dinul Islam ini, sebut Asbar, sesuai dengan Qanun Aceh nomor 9 tahun 2015 tentang penyelenggaraan pendidikan dan Pergub Aceh nomor 66 tahun 2019 tentang kurikukum berbasis teknologi dan kewirausaan yang islami pada SMK di Aceh.

Maka dari itu, ucap Asbar, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, berharap masa normal di bulan Ramadhan ini, seluruh cabang Dinas Pendidikan dapat melaksanakan kegiatan dinul Islam dengan tetap menjalankan prokes sesuai aturan yang berlaku.

Target 50% Masuk Industri dan Dunia Kerja

Terkait dengan pencapaian kemampuan siswa, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh, Nurleila, mengatakan, setelah memasuki masa normal, SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh menargetkan 50 persen siswanya bisa terserap di industri dan dunia kerja (Iduka).

Siswa SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh mempersiapkan takjil untuk dibagikan kepada masyarakat pada bulan Ramadhan. (Foto/Ist)

"Target, setelah memasuki masa normal, kita targetkan paling sedikit 50 persen anak-anak khususnya kelas XII bisa terserap di Iduka," sebutnya.

Para guru secara penuh sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk mencapai target itu. Salah satunya dengan pemantapan kompetensi siswa sehingga dunia kerja dengan senang hati menerima tenaga kerja siswa.

Selain itu, untuk menunjang keahlian siswa, ucap Nurleila, sekolah juga beberapa kali mengundang pihak perusahaan maupun perkantoran untuk memberikan pelatihan kepada siswa, terutama bidang wirausaha.

Merdeka Belajar

Sedangkan Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Asbar menargetkan, setelah masa normal sekolah dapat menyusun dan menerapkan kurikukum Merdeka Belajar. Penerapan ini  menggunakan jadwal blok pada pembagian roster belajar sehingga dapat melaksanakan teaching factory (pembelajaran berbasis pabrik).

Teaching Factory di SMK ini, ucap Asbar, harus mendapat prioritas dari manajemen sekolah agar program ini dapat terlaksana dengan baik.

"Setiap proses pembelajaran dapat melaksanakan model pembelajaran project based learning (pembelajaran berbasis produksi)," sebutnya.

Model ini, kata Asbar, diharapkan dapat menjadi wadah inkubator bisnis sehingga dapat mencetak tamatan yang mampu bersaing mendapatkan pekerjaan atau menjadi wirausaha dengan mampu membuka usaha baru setelah tamat dari SMK. (Kia Rukiah)