Para Kepala SMA Negeri se Aceh yang meraih juara pada Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi Aceh tahun 2022 foto bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri. (Foto/Ist)
"Guru mempunyai kewajiban untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa"
= Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri =
Baru-baru ini Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menggelar Malam Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi Aceh tahun 2022. Malam Anugerah GTK ini dipusatkan di AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Pada malam Anugerah GTK, Disdik Aceh memberikan penghargaan kepada para guru dan kepala sekolah karena memiliki prestasi selama pengabdiannya. Kepala sekolah ini dinilai tidak saja telah bertugas dengan sungguh-sungguh, tapi juga berupaya meningkatkan kapasitasnya dalam mengelola sekolah sehingga siswanya berprestasi.
Adapun kepala sekolah yang meraih penghargaan pada Malam Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi Aceh tahun 2022, yakni Eka Sari Dewi, Kepala SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar. Juara kedua disabet oleh Husna, Kepala Sekolah SMAN 1 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Sedangkan juara ketiga diraih oleh Safrida, Kepala SMAN 1 Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur.
Eka Sari Dewi
Kepsek berprestasi pertama, Eka Sari Dewi menyebutkan, dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik, dia mengaku tidak bisa bekerja sendiri. Kata dia, butuh dukungan dari guru yang lain meskipun statusnya menjabat sebagai Kepsek di SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar.
"Kiat saya terpilih menjadi Kepsek berprestasi adalah dengan mengoptimalkan teamwork (kerja tim) dengan prinsip manajemen distributif," sebutnya kepada wartawan.
Selain itu, kepala sekolah atau guru harus berkomitmen melakukan transformasi di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran setelah selama sekitar 2 tahun menjalani masa-masa pandemi COVID-19.
"Melaksanakan pengelolaan satuan pendidikan dengan mengimplementasikan kompetensi kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi manajerial, kompetensi supervisi, dan kompetensi kewirausahaan," jelasnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar, Eka Sari Dewi, juara 1 Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi Aceh tahun 2022. (Foto/Ist)
Guru Menjadi Wali Asuh
Selama ini, kata Eka, dalam melakukan pendekatan kepada siswa, SMAN 1 Lhoknga menerapkan pendekatan secara personal, melalui program “wali asuh”. Setiap guru, lanjut Eka, mengasuh lima sampai enam peserta didik. Tugas dari wali asuh ini melakukan komunikasi dan pendekatan terhadap siswa serta orangtua siswa.
"Melakukan pendekatan dengan orangtua/wali peserta didik melalui program home visit (kunjungan rumah)," sebutnya.
Selain itu juga memaksimalkam peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam membimbing, Guru BK membuka layanan konsultasi bakat, minat dan melakukan tindakan solutif atas kendala yang dialami peserta didik.
Terakhir, hal yang tidak kalah penting, kata Eka, meningkatkan peran guru dalam pembelajaran sehingga prosesnya dapat berlangsung secara tepat sasaran, melalui Pembelajaran Aktif, Inofatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
Momentum Kebangkitan Pendidikan di Aceh
Apresiasi kepada para guru dan kepala sekolah itu dilaksanakan berbarengan dengan pengumuman Festival Aneuk FKIP (FA-FKIP) USK ke-4. Dalam kegiatan itu, ada banyak kategori yang diumumkan, mulai dari siswa berprestasi, guru berprestasi serta kepala sekolah berprestasi se-Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Alhudri, pada acara tersebut menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara GTK.
Alhudri berharap, GTK ini bisa dijadikan sebagai momentum bangkitnya pendidikan di Aceh. Di samping itu, dia juga menekankan kepada semua stakeholder pendidikan, agar bersama-sama bergandengan tangan untuk terus bergerak maju dalam mengejar ketertinggalan.
"Kita harus tetap optimis bahwa kualitas pendidikan kita selangkah lebih maju dari daerah lain. Tentu ini cita-cita kita bersama," jelasnya.
Alhudri yakin, dengan kebersamaan, semua persoalan pendidikan akan dapat diselesaikan. Begitu juga, di depan mahasiswa FKIP USK, Alhudri berharap teori-teori yang ada di kampus untuk diimplementasikan di dunia nyata.
Walaupun nantinya akan dihadapkan dengan fakta-fakta yang bertolak belakang, namun ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan.
"Lebih dari itu, tugas kita semua memberi layanan terbaik, memberi tuntunan yang dapat menjadi teladan bagi peserta didik dan mengantarkan anak bangsa menjadi anak bermanfaat dan berkarakter," tegas Alhudri.
Dia juga mengatakan, terkait dengan Anugerah GTK tersebut, peserta yang berhasil meraih peringkat satu akan diberikan penghargaan berupa hadiah umrah.
"Oleh karenanya kepada saudara yang terpilih nantinya, saya ucapkan selamat atas prestasinya. Bagi yang belum berhasil, mari kita jadikan pengalaman ini dalam meraih prestasi di masa yang akan datang," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, guru adalah sosok yang dapat membentuk jiwa, watak dan karakter peserta didik. Guru mempunyai kewajiban untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Meski memiliki tanggung jawab dan tugas yang besar, namun berprofesi sebagai guru merupakan satu kebanggaan karena termasuk salah satu pekerjaan yang mulia.
Ada banyak prestasi yang diraih peserta didik (siswa) atas bimbingan yang diberikan oleh seorang guru. Atas dasar itu, tak sedikit pula guru di Indonesia khususnya di Aceh, mendapat apresiasi berupa penghargaan sebagaimana yang telah diberikan oleh Dinas Pendidikan Aceh. (Adv)
