Para siswa memanfaatkan kehadiran Pustaka Keliling untuk mencari buku-buku yang dibutuhkan. (Foto/Ist)
"Melalui Pustaka Keliling mendatangi sekolah-sekolah agar para siswa lebih mudah mendapatkan buku yang diperlukan, jadi kita proaktif turun ke lapangan untuk melayani siswa di daerah"
--- Kepala DPKA Dr. Edi Yandra ---
Perpustakaan keliling ialah perpustakaan di mana bahan bacaan dibawa berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain. Pelayanan perpustakaan pada masyarakat dilaksanakan langsung di tempat di mana perpustakaan berpos. Layanan perpustakaan keliling pada dasarnya bersifat terbuka. Pengunjung dengan bebas mencari dan memilih bahan pustaka yang ada di dalam mobil.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) Dr. Edi Yandra, S.STP, MSP, mengatakan, Pustaka Keliling selama ini selalu hadir di sekolah-sekolah. Kehadiran Pustaka Keliling dimaksudkan untuk mendorong penguatan literasi siswa.
Pustaka Keliling menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan literasi para siswa di sekolahnya masing-masing, yang mungkin tidak punya waktu untuk datang ke Perpustakaan Aceh.
"Jadi kita melalui Pustaka Keliling mendatangi sekolah-sekolah agar para siswa lebih mudah mendapatkan buku-buku yang diperlukan. Jadi kita proaktif turun ke lapangan untuk melayani siswa di daerah," tutur Edi Yandra, Jumat (28/10/2022), di Kantor DPKA kawasan Jalan Nyak Arief Banda Aceh.
Edi mengatakan, Pustaka Keliling selain melayani para siswa di sekolah-sekolah, juga melayani masyarakat umum dan anak-anak. Pustaka Keliling juga selama ini melayani masyarakat di daerah lapangan Blang Padang dan di Taman Putroe Phang Banda Aceh.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPKA), Dr. Edi Yandra, S. STP, MSP. (Foto/Kia Rukiah)
Penguatan Literasi Siswa
Siang itu, mobil Pustaka Keliling terlihat mojok, parkir di lapangan olahraga sekolah SMP Negeri 3 Ingin Jaya, Aceh Besar. Dua petugas Pustaka Keliling terlihat sabar melayani siswa di sana yang buru-buru berkerumun di sekitar mobil.
Para siswa kemudian sibuk mencari buku yang diperlukan yang sesuai mata pelajarannya atau untuk bisa menjawab soal dan tugas yang diberikan gurunya. Aneka jenis buku tersedia di mobil Pustaka Keliling itu, sehingga para siswa harus jeli melihat buku-buku yang tertata rapi tersebut.
"Buku di sini campur, buku ilmiah juga ada. Buku anak-anak juga ada. Karena Pustaka Keliling kita ini kan tidak hanya di sekolah saja, tapi di universitas juga, seperti di USK," kata Petugas Pustaka Keliling dari Perpustakaan Aceh, Alison, menjawab pertanyaan wartawan, pekan lalu.
Alison mengatakan, Pustaka Keliling yang hadir di sekolah diharapkan dapat menjadi sarana belajar dan kebutuhan literasi siswa. Pihaknya juga berperan aktif melakukan sosialisasi kepada siswa, dan bekerjasama dengan para guru untuk mendorong siswa aktif membaca buku.
"Jadi, biasanya program kita, guru akan memberikan materi ke siswa kemudian siswa akan mencari jawabannya di buku yang tersedia di Pustaka Keliling ini. Jadi, siswa pun aktif untuk mencari tahu dan membaca buku," ungkapnya.
Alison menjelaskan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) tetap berupaya agar siswa aktif membaca buku. Tujuannya, adalah meningkatkan literasi siswa dalam belajar, sehingga para siswa mendapat banya pengetahuan yang dibutuhkan.
"Layanan kita di sini sampai jam 12 siang. Kalau Sabtu-Minggu kita biasa di Blang Padang dan USK. Tujuh unit mobil dinas Pustaka Keliling, kita bergantian untuk tingkatkan literasi masyarakat. Ada yang ke sekolah, ke universitas dan ke lapangan," jelasnya.

Manfaatkan Pustaka Keliling
"Misalnya guru memberikan tugas tentang agama. Buku yang dicari itu untuk intisari yang kemudian ditulis siswa. Buku dari Pustaka Keliling juga bisa dipinjam dibawa pulang. Dipulangkan ke Perpustakaan Aceh juga bisa," kata salah satu orangtua siswa, Zulfadli, kepada wartawan, saat di lokasi ketika menjemput anaknya.
Zul menjelaskan, dengan Pustaka Keliling membuat siswa, seperti anaknya menjadi aktif dan mengetahui tentang perpustakaan. Anaknya menjadi lebih memahami apa itu perpustakaan dan manfaatnya apa saja selain tempat meminjam buku.
"Anak jadi paham, pemerintah menyediakan perpustakaan untuk sarana belajar serta meningkatkan literasi. Apalagi, bisa mencari buku yang tidak ada di sekolah, bisa ke perpustakaan," ujarnya.
Perkembangan zaman saat ini, ujarnya, juga membuat perpustakaan tidak hanya jadi tempat untuk meminjam buku semata. Namun, perpustakaan menjadi sarana belajar serta diskusi untuk siswa dengan fasilitas pendukungnya. (Adv)
